Showing posts with label aldilia. Show all posts
Showing posts with label aldilia. Show all posts

October 06, 2009

BOSS A: APA AJA DEH

Kalian tau kan, gw ini sekertaris. Kerjaan sekertaris tau juga kan, kira2 seperti apa. Nah, buat Boss A, gw ini sekertaris merangkap translator, merangkap IT support, merangkap undercover spy, merangkap garbage can.


---- Job desc sbg translator kira2 begini:
Lagi ketik-ketik-ketik..
Boss A nyeletuk: "Dee, posko bahasa inggrisnya apa sih?"
Gw: "Hmm, apa ya, aid posts?"
Boss A: "Bukannya emergency post ya?" Nah tu tauu.... ngapain nanya lagi ya??
Gw: "Iya bu, betul. Emergency aid post."
Boss A: "Huh kamu nih.. Gitu aja nggak bisa."
Laah..??


Kali lain, lagi ketik-ketik-ketik..
Boss A: "Dee, kalo 'mewujudkan' apa Dee?"
Gw: "To realize, bu?"
Boss A: "Itu kan artinya menyadari.. Gimana sih kamu?"
Gw: "Loh? Emang menurut ibu, realization artinya apa? Perwujudan kan?"
Boss A: "O iya.."
ketik-ketik-ketik lagi.. T_T 


----OK, next? Job desc sebagai IT support:
Lagi ketik-ketik-ketik..
Boss A: "Dee, sini kamu."
Gw: "Knapa Bu?" dateng kucluk-kucluk-kucluk..
Boss A: "Ini kenapa komputer saya? Saya ngetik di cell (xls) ini kok kotaknya jadi panjang gini? Trus ketikan saya jadi ke bawah2 gini??"
Dalam hati gw: lah.. ini biasa bukan, namanya jg lagi edit cell, apalagi kalo cell sebelah kanannya ada isinya, udah pasti sotomatis align ke bawah toh.. lagian, tinggal di-enter aja beres. Jadilah gw tanpa ngomong langsung enter..
Boss A: "Loh? kok bisa?? waah, sejak orang IT kutak katik laptop saya jadi begini nih."
Gw ngeloyor aja..


Kali lain, lagi ketik-ketik-ketik..
Boss A: "Dee, sini kamu."
Gw: "Knapa Bu?" dateng kucluk-kucluk-kucluk..
Boss A: "Liat nih laptop saya. Ini kenapa tulisannya jadi putih trus bekgronnya item?? Tadi nggak begini.."
Gw: "Tadi ibu apain?"
Boss A: "Mana saya taaauu.. Tiba2 jadi gini. Coba kamu beresin."
Gw coba liat file powerpointnya, ternyata sepertinya beliau nge-block cell table itu tanpa sengaja. Jadi tiba2 tulisannya putih, bekgronnya item. Padahal, aslinya sebaliknya. Ya tinggal gw keluarin aja kursornya kan.
Gw: "Udah bu."
Boss A: "Lah, kamu apain? kok bisa??"
Gw: "Mungkin ibu tadi ngeblok cell table itu nggak sengaja kali.. Jadi saya keluarin kursornya."
Boss A: "Yeee kalo gitu aja, saya juga bisa.
Lah?? Ngapain lu panggil gua tadi??!!! T_T  


----Job desc sbg undercover spy..
Boss A: "Dee, si B lagi sibuk apa? Kamu kok sibuk gitu sih?"
Gw: "Lagi mo trip ke Johannesburg bu."
Boss B: "Kok kamu gak bilang2 saya? Kalo kayak gitu tu bilang2 dong. Kamu kan under saya.. blablabla.." Here we go again, jealousy reign...


Kali lain, datanglah surat undangan dari Kedutaan Arab Saudi.
Boss A: "Siapa aja yg dapet?"
Gw: "Belom tau bu. Coba saya cek."
Boss A: "Iya kamu cari tau sana."
Gak lama, gw: "Gak ada yg dapet lagi bu, cuma ibu."
Boss A: "Hah? gimana sih? Nanti mereka heboh sendiri bertanya2 kenapa saya aja yg diundang.. blablabla.. coba kamu telpon kedutaan, cari tau kenapa begitu.. mereka tu kebiasaan deeeh.."
Gw, dalam hati: T_T kan terserah yang ngundang, siapa aja yg pengen mereka undang....


---- Job desc sbg garbage can..
Boss A: "Itu ya, anak2 IT itu pada kutak katik laptop saya sampe.. blablablabla..." panjaaang..
Boss A: "Duuuh, anak2 ini pada nggak bisa diandelin, masak semuanya mesti saya yg kerjain??.. blablablabla..." panjaaang...
Boss A: "Kayaknya diembat juga tu, nanti dapet balesannya baru tau.. blablablabla..." panjaaang..
Gw, dalam hati: omigod here we come...


---- Dan itu semua bisa terjadi setiap hari T_T..... Omigod Boosssss....

October 02, 2009

Cerita Lama

Ini sebenernya cerita lama, dan gw sama skali gak menderita, tapi bikin malu ajeh hehe.. dan mungkin sdikit lucu bin ironic untuk di-share :p Inget nggak, tahun 2007 kan ada gempa juga tu, waktunya sekitar maghrib.. Gw masi kerja di gedung lama, di lantai 11, dan lagi hamil 8 bulan. Kebayang nggak bumil perut gede turun tangga 11 lantai?? ngeriii... Eniwei, Boss lama gw di situ orang Malaysia. Waktu gempa, beliau udah pulang skitar jam 5an. Sambil nahan kram perut, gw SMS beliau begitu gw sampe lobi.
Gw: "Pak, where are you? We've just experienced earthquake here in the office."
Boss reply: "Really? How was it?"
Reflek gw nulis reply: "It was big, hard and long.."
Ooooppss... Si Boss gak bales lagi, gak tau deh si Boss nangkepnya gimana... Tapi gw malu luar biasa.. :">

October 01, 2009

BOSS B: HUH?

Ini kejadiannya tadi pagi, jam 10. Ceritanya begini. Gw disuruh set meeting sama si Boss B dengan boss2 dari Deutshce Bank. Alot banget gak pas2 waktu ngatur meetingnya, saking sibuknya mereka semua. Akhirnya, sebelum lebaran, fix deh tu tanggal 1 Okt jam 10 pagi di kantor gw dan langsung gw masukin jadwal meeting ini ke Calendar online doi. Tadi pagi jam 10an, resepsionis bawah dah bilang tamunya udah dateng. Jadi, gw kabarin dong si Boss B via SMS, "Boss, pak Raymond and his boss are in meeting room 6G".... Ditunggu 10 menit gak ada reply, gw pikir udah ketemu dong. Gw kan gak bisa liat Boss B dah turun dari lantai 10 ke lantai 6 atau enggak, karna gw beda lantai sama dia. Jam 10:07, tiba2 bunyi henpon, Boss B calling..
Gw: "Hei Boss.." *bingung, kok nelpon mo minta apa nih? kan mestinya udah ketemu sama tamu2nya* Dengan suara belleerrr dan telleeerrr
Boss B bilang: "Dee, I have meeting with Raymond at 10??"
Gw: "(omigod!) Yes you do.. where are you?"
Boss B: "I just woke up." *duuhh!!* "I didn't know i have meeting at 10.. and I don't feel well.." *suaranya masi beller diseret2..*
Gw: "What?! I've booked your calendar for this since before lebaran!" omigod!!
Boss B: "Is Raymond alone?"
Gw: "No, he's with his boss, Pak Herman."
Boss B: "oohw shiiiittt.. Could you tell them that I can't meet them because I don't feel well?"
Gw: "uuggh.."
Boss B: "Don't forget to tell sorry.." yeeeeee gak usah disuruh ini mah..
So, dengan muka tebel gw datengin room 6G, minta maaf banget dan bakal urus re-schedule meeting sama sekertaris mereka. Dia gak tau perjuangan ngatur jadwal mereka bertiga kayak apa.. T_T OMG Boooossss......

Kenalan dulu aah

Hai.. Gw Dee, kerja di salah satu operator telko, ceritanya sbg sekertaris dengan DUA boss beda jenis, and mostly mereka gak akur, tapi mereka nggak mau saling ngaku kalo mereka gak akur.. Belom kebayang ya? :p haha.. Sedikit bekgron mereka: Boss A: cewe, local, in her 50s, not married, very senior in telco business. Boss B: cowo, bule, in his 40s, married, sering clueless dan bikin speechless. Masing-masing punya "kehebatan"nya sendiri-sendiri. Mau tau cerita-ceritanya dan betapa "kadang-kadang" gw menderita?? Yuk mari..


----- BOSS B: WRONG FLOOR
Boss B ini kerjanya di lantai 10, gw di 15. Di lantai 10, dia duduk di pojok sebelah kanan, persis setelah pintu masuk. Temen gw, Risa, kebetulan juga posisi mejanya sama, cuma beda lantai. Suatu hari, Risa yang di lantai 8 cerita ke gw seperti ini: Begitu masuk ruangan, Boss B langsung ke arah mejanya Risa. Risa: "Hai Boss B.. If you're looking for Pak M, he's in the meeting. Can I help you with anything?" Boss B, tampak bingung.. "Mmmm.. Noo, I wasn't looking for him".. masih bingung sambil clingak clinguk ruangan lantai 8.. "Actually, I'm on the wrong floor.." ... ngeloyor pergi... Risa: "oow.. OK" ngakak setelah Boss B pergi dan buru-buru cerita ke gw.. OMG Booossss....

----- BOSS B: I MISSED MY FLIGHT Suatu hari, Boss B harus terbang ke Riyadh untuk business trip dengan Etihad flight number EY 417, ETD 15:15. Perjalanan ke Riyadh bisa sampe 10 jam. Rencananya, tiba di sana jam 03:15 pagi dan meeting dengan shareholder jam 8 paginya. Dia berangkat sama anak buahnya, Pak Reza, dengan pesawat yang sama. Kriiing.. Boss B telpon gw. Gw, bingung karna jam 16:00 dia telpon
gw: "Hi Boss B...."
Boss B: "Dee, can you please change my flight to the nearest possible flight, any flight, and hurry please."
Gw: "Why?" mulai curiga dan perasaan gak enak kayak mo dapet mission almost impossible..
Boss B: "I missed my flight." dengan suara pelan..
Gw: "You what??!" sampe teriak..
Boss B ngulang: "I missed my flight." agak kencengan..
Gw: "Omigod! How is that possible??" takut gw yg salah kasi jadwal e-ticket..
Boss B: "Just get me the flight ASAP, OK!!"
Okelaa.. gw langsung gedubrak gedebruk cari flight berikutnya, telpon travel agent sana sini, daaan ternyata gak ada flight berikutnya. Jadi harus ganti flight lain. Sampe streeeeeeeessss, karna dia mo meeting sama shareholder di sana dan waktunya mepeeeetttt. Singkat kata, flight-nya: BERES. Beliau sampe di Jakarta lagi dengan selamat setelah 2 hari di sana. Namanya business trip request, harus di-report ke Finance dooong.. Untuk itu, harus ada detail alasan kenapa ganti flight, kenapa ada penalty, kenapa blablabla.. Tapi sampai balik, Boss B nggak mau repot-repot cerita ke gw kenapanya.. Jadilah gw tanya ke Pak Reza yang mestinya satu flight sama dia dan mungkin tau kejadiannya.
Gw: "Pak, kenapa kemaren Boss B bisa miss flight?"
Pak Reza: "Loh? Emangnya dia blom cerita sama elo? Dia bilang, dia ketinggalan pesawat gara-gara salah baca jam terbang. Dia pikir berangkatnya jam 4:17 PM! Pas dipanggil boarding, dia lagi ngopi-ngopi di Starbucks! Mana nggak ngajak-ngajak lagi.."
Gw: pucet membayangkan kerja keras gw cari flight lain demi secangkir kopi Starbucks.... T_T
Alamaaaaaakk.. Padahal kan, itu flight numbernya "EY 417".. Aaaaarrggghhh, mana ada jam terbang nanggung begitu, 4:17??? Gw mesti nulis apa di report BT-nya? T_T OMG Booossss....

----- Segitu dulu. Masih ada cerita-cerita lain, dengan Boss yang berbeda tapi kurang lebih sama ajaibnya. Hehe..